Post Details

  • Berita
  • Admin
  • 28 Jan 2026


Pengajian Gus Reza dan Wisuda 1145 Santri PDF Al Mubaarok Manggisan


   Telah terlaksana tasyakkuran kelas 12 PDF Ulya angkatan ke-9 dan kelas 9 PDF Wustho angkatan ke-8 pada malam rabu 27/01/2026,acara yang di selenggarakan di gedung Auditorium Al Mubaarok ini menjadi ungkapan rasa syukur atas capaian para santri kelas 9 Wustho & 12 Ulya yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjangnya, acara ini menghadirkan beliau Gus Reza Zahid dari Lirboyo,Jawa Timur sebagai pengisi acara. Acara juga dihadiri oleh ketua Kementrian Agama Kab.Wonosobo, para pejabat, segenap tamu dan walisantri kelas 9 & 12

   Rangkaian acara dibuka dengan bacaan ummul qur’an dengan harapan semoga acara dapat terlaksana dengan sukses, dilanjut dengan bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Saudara Latiful Huda asal Wonosobo, paduan suara almubaarok juga turut membawakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne dan Mars Al Mubaarok. semua santri mengikuti runtutan acara dengan khusyu’ dan khidmat. selain menjadi ungkapan rasa syukur atas pencapaian yang telah didapat, acara ini juga menjadi motivasi bagi semua santri,  untuk lebih giat lagi dalam belajar.

   Sambutan pertama di sampaikan oleh beliau Bp. Arif Fathurrozi M. Ag selaku dewan guru, beliau mengucapkan selamat kepada santri yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjangnya, beliau juga menyampaikan pencapaian lembaga pendidikan PDF yang berhasil mendapat predikat MUMTAZ kepada seluruh hadirin, pencapaian ini juga menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk seluruh santri yang menempuh pendidikan disini.

   Sambutan kedua disampaikan oleh Bp Kyai Faid Zamzami selaku wali santri, beliau meminta doa restu dan permintaan maaf kepada pengasuh atas segala kesalahan putra putri mereka baik secara disengaja maupun tidak. Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya khidmat dan hormat kepada guru dalam proses mencari ilmu.

   Sambutan ketiga oleh Bp Panut S.Pd  M.M selaku ketua kantor KEMENAG Kab.Wonosobo  beliau memberikan apresiasi kepada lembaga pendidikan PDF  yang telah mendapat predikat MUMTAZ (unggul) dan turut memberikan apresiasi karna sudah ikut serta dalam menjalankan program pemerintah yang berupa upaya meningkatkan kualitas masyarakat.

 

Berikutnya adalah sambutan yang di sampaikan oleh beliau Gus Muhammad Fahmi Aufa L.c , atas nama pengasuh beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam rangka melancarkan acara Tasyakkuran pada malam ini, beliau berpesan kepada para santri kelas 9 dan 12 jika nantinya takdir tidak membuat mereka tetap melanjutkan pendidikannya di sini, setidaknya mereka masih mempunyai rasa rindu akan perjuangan belajar dan rindu pada moment-moment berjuang bersama dengan teman-teman. Dan tidak berhenti untuk terus belajar tegas beliau dalam kutipan hadist nabi “اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْد waktu mencari ilmu itu dimulai sejak kita masih dibuaian orang tua sampai akhir hayat.

Mau’idzoh hasanah disampaikan oleh beliau Gus Reza Zahid, dalam mau’idzohnya beliau menyampaikan tentang keistimewaan para santri yang belajar kitab kuning dangan metode makna gandul karena, sebelum mereka memahami isi kitab pastilah mereka harus paham ilmu Nahwu dan Shorof terlebih dahulu, beliau menambahi “الصَّرْفُ أُمُّ العُلُومِ وَالنَّحْوُ أَبُوهَاilmu shorof adalah ibu dari seluruh ilmu dan ilmu nahwu adalah bapak dari semua ilmu, beliau menambahi hadist nabi yang berbunyi “اُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

mencari ilmu itu dimulai sejak kita masih di dekapan ibu sampai akhir hayat.  “tidak memandang apakah kamu muda atau tua laki-laki atau perempuan  selagi kamu masih memiliki akal sehat maka wajib baginya untuk mencari ilmu!.” tegas beliau, terakhir beliau mengatakan akan pentingnya mengamalkan ilmu yang kita miliki karena

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ، وَرَّثَهُ اللَّه عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَم

Barang siapa mengamalkan ilmu yang ia ketahui maka allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.

     Dari semua yang telah disampaikan oleh para narasumber di atas tentunya hal itu  menjadi sentuhan lembut bagi hati mungil kami para santri terkhusus sipenulis, yang darinya kita harus menjadi semakin termotivasi untuk lebih giat lagi dalam belajar dan terus konsisten dalam menjalakannya sampai akhir menutup mata. Dan semoga kita sebagai santri  diberi kemudahan oleh sang pencita dalam merealisasikannya sampai kapapun  juga.

   Tahap demi tahap acara diikuti oleh semua santri dengan antusias mendengarkan tausiah mulai dari awal sampai selesai, acara berakhir dengan doa penutup yang dipimpin oleh Gus Reza.